CERPEN
PANGGILAN PADA HARI HUJAN
Ho Ngoc Hieu
Yuni diam-diam
bergulir kursi roda ke jendela. Gerimis dari sore kemarin ke pagi hari ini
masih belum berhenti. Dia duduk di sana dengan diam, tidak ingin melihat ke
luar jendela bahkan sekali pun. Meskipun bunga-bunga, tanaman riang, pohon dan
rumput, vitalitas subur di bawah hujan tipis tembus ...
***
Itu sudah setengah
tahun dari hari kecelakaan mengerikan terjadi. Dalam perjalanan dari sekolah
pulang rumah, Yuni tertabrak dengan bus, kakinya dihancurkan hingga harus
mengamputasi. Semua mimpi, ambisi dari seorang gadis berusia lima belas tahun
dihancurkan oleh kecelakaan tragis itu. Dari seorang gadis manis, ramah, sering
menyenangkan dan percakapan dengan semua orang di kelilingnya. Sejak waktu itu,
Yuni tidak mau lagi berbicara, pertemuan atau hubungi dengan orang yang lain,
kecuali orangtuanya. Yuni berpikiran bahwa hidupnya begitu berhenti, semua hal
yang baik dalam kehidupan akan tidak pernah datang sama dia lagi ...
Tiba-tiba telepon
berdering bel, sebuah salah panggilan yang salah ke telepon rumah Yuni. Setelah
meminta maaf untuk mengganggu tuan rumah, dari ujung telepon itu, ada orang
yang bertanya dengan lembut:
-
Aku
mendengar suara kamu begitu sedih! Apakah kamu sedang mengalami sesuatu yang
tidak bagus? Aku sangat senang jika
dapat membantu kamu ...
Tidak mengerti
bagaimana pada saat itu, Yuni menangis dan ingin segera berbicara dengan teman
itu. Yuni berkata dengan lembut:
-
Aku
mengalami dengan kecelakaan mengerikan dan akibatnya sekarang aku tidak bisa
berjalan lagi ...
Gadis di ujung itu
diam sebentar, kemudian dia berkata dengan lembut:
- Namaku Devi. Aku
belasungkawanya denganmu untuk kemalangan ini. Tapi harus kamu berusaha karena
semua di kelilingmu punyai banyak hal-hal yang baik dan indah. Aku berpikir
bahwa, pada saat ini alam akan jadi solusi paling bagus untuk membantu kamu
dengan cepat mengembalikan semangat itu.
Yuni ragu-ragu:
- Aku begitu lama
belum ke luar dari ruang ini. Sebenarnya aku sangat takut dan malu ...
Devi tersenyum dan
lanjut berkata:
- Jika demikian, aku
akan memcerikakan kepadamu ya!
Sejak waktu itu,
setiap hari Devi dan Yuni berbicara bersama melalui telepon. Yuni masih punyai
perasaan malu jadi dia tetap tertutup. Namun, dia sangat senang ketika
mendengar Devi bercerita. Dari kisah kebun bunga Nuri ada pohon-pohon apa,
warnanya apa dan ruangannya gimana, hingga kisah tentang kucing bagaimana berkeliaran tikus...
Melalui kata-kata
Devi, tampaknya di depan mata Yuni muncul sebuah gambar begitu hidup dengan
warna-warni, harum dan suara riuh. Secara bertahap kembali senyum di bibir
Yuni. Di samping itu, hal yang paling menakjubkan adalah Yuni udah pengen ke
luar untuk menikmati rasa bahagia yang dibawakan dari alam.
***
Hari ini, Yuni
senang sekali karena Devi sudah berjanji akan mengunjunginya dan mereka berdua
akan ke luar untuk berjalan-jalan. Sampai ketepatan waktu janji, Devi datang ke
rumah Yuni dengan karangan bunga mawar kuning di tangannya, bunga mawar kuning
adalah bunga yang sangat Yuni cintai.
Baru saja senang
saat bertemu teman begitu lama yang menceritakannya melalui telepon. Yuni
terkejut menyadari kebenaran yang menyakitkan:
- Devi adalah
seorang buta.
Tidak tunggu
pertanyaan dari Yuni, Nuri lanjut mengatakan:
- Minta maaf Yuni
karena saya telah menyembunyikan kamu, semua hal yang telah aku katakan,
semuanya saya bayangkan aja. Sejak lahir aku tidak bisa melihat cahaya
matahari. Aku menceritkan kepada kamu untuk kamu lebih percaya diri, lebih
mencintai kehidupanmu, dan mencintai diri sendirimu.
Kemudian, Yuni dan
Nuri menangis bersama, lalu mereka berdua saling memeluk erat-erat. Yuni mulai
menyadari bahwa, dunia ini ada banyak orang yang tidak mempunyai bahagia
daripada dia, sebabnya dia harus berusaha untuk mengatasi kesulitan dan
berusaha hidup dengan baik. Air mata masih membasahi pipinya buat dia memahami
sebuah kebenaran yang sederhana: tidak hanya tersenyum, tapi kadang-kadang air
mata juga jadi kebahagiaan, itu air mata empati manusia dengan manusia.
Dengan diam Yuni
bersyukur terima kasih pada sebuah salah panggilan telepon pada hari hujan itu,
abisnya membawakan dia bukan hanya seorang teman yang sangat baik tetapi juga
menambahkannya kekuatan, kepercayaan pada kehidupan dan membuat motivasi untuk
impiannya terbang lebih tinggi, terbang lebih jauh ...
Terkadang dalam
kehidupan kita merasa mengapa kita selalu tidak beruntung, semua kemalangan
sampaikan kita, kita tidak percaya siapa pun, merasa bahwa tidak ada siapa yang
bisa memahami dirinya. Akan tetapi di suatu tempat di dunia ini masih ada
keajaiban terjadi jika kita memiliki iman.
Komentar
Posting Komentar