Siapa kamu
Pagi yang sangat
berembun karena semalaman turun hujan deras, setelah cuaca agak terang
segerombolan ibu-ibu dan bapak-bapak bersiap untuk memulai aktivitas mereka.
Pekerjaan sebagian besar orang di desa Insoe merupakan petani. Pagi itu tidak
sengaja para ibu-ibu dan bapak-bapak menemukan sebuah koper besar berwarna
hitam pekat, mereka bertanya-tanya milik siapa itu, kenapa koper sebagus itu di
buang di ladang pertanian. Semakin penasaran dengan isi koper itu para petani
pun mulai membukanya.
Terceganglah mereka
bahwa isi dari koper hitam itu merupakan sesosok mayat wanita. Panik melanda
seluruh petani, desapun menjadi geger dibuatnya. Kepala desa langsung memanggil
petugas kepolisian, agar mereka bisa mengidentifikasi mayat tersebut. Petani
dan warga setempat tidak berani mendekat, setelah polisi datang barulah seorang
mayat perempuan itu dikeluarkan dari koper. Sungguh malang nasib perempuan
tersebut, tubuhnya dipenuhi dengan luka lebab dan berbagai tusukan di seluruh
tubuhnya.
Perempuan itu
terlihat sangat cantik, berkulit putih dan rambut panjang yang lebat. Sahut
seorang warga setempat, kenapa ada orang yang begitu tega melakukan itu dan
bagaimana perasaan keluarga perempuan itu saat mendengar bahwa anak
kesayangannya telah dibunuh oleh seseorang yang belum diketahui siapa orang
tersebut. Polisi pun segera melakukan penyelidikan mendalam mengenai pembunahan
perempuan tersebut. Ternyata banyak kasus serupa yang sering terjadi dan
pembunuhan tersebut biasanya dilakukan dalam jangka satu bulan sekali, tepatnya
pada tanggal 10.
Selang beberapa
hari sejak kejadian di temukannya sesosok mayat wanita cantik di Desa Insoe,
polisi masih kewalahan mencari pelaku, pentunjuk yang ditemukan polisi selama
penyelidikan tidak membuahkan hasil. Pemberitaan mengenai mayat yang ditemukan
di desa Insoe semakin hari semakin ramai saja di beritakan, hingga membuat
banyak wanita takut untuk keluar rumah.
Aktifitas di
desa Insoe juga agak terhambat akibat pembunuhan yang terjadi di desa mereka,
warga setempat mulai takut untuk melakukan aktifitas seperti biasanya. Kepala
polisi pun ikut cemas karena kasus pembunuhan belum juga terpecahkan. Dering
telfon terus berbunyi di kantor polisi Tang, kebisingan dimana-mana, mereka
resah dan bertanya-tanya, bagaimana bisa sampai detik ini masih tidak ada kabar
mengenai kasus pembunuhan itu, pentunjuk yang ditemukan semuanya palsu.
Kemarahan
atasanpun mencuat karena sudah dua minggu sejak kasus pembunuhan itu terjadi,
tetapi masih belum ada pentunjuk yang jelas. Polisi was-was karena sebentar
lagi sudah mendekati tanggal 10 bulan selanjutnya.
" apa yang
akan terjadi selanjutnya "
" siapakah
yang akan dibunuh kali ini"
Kemudian selang
beberapa hari, kepala polisi pun meminta bantuan ke pusat supaya dikirimkan
polisi terbaik untuk memecahkan kasus pembunuhan yang ada di desa Insoe. Para
polisi yang ditunjuk untuk memecahkan kasus tersebut datang juga ke kantor
kepolisian Tang, mereka petugas yang sangat dibanggakan di pusat kota dan
petugas terbaik dalam memecahkan kasus pembunuhan. Polisi tersebut
beranggotakan 5 orang, Jeje, darma, edwar, Arum, dan Jay.
Anggota
kepolisian ini dijuluki dengan crazy team, mereka paling cepat dan paling gila
dalam memburu pelaku pembunuhan dan memecahkan masalah di setiap kasus
kepolisian. Jeje ketua di crazy team, ia sesosok pemuda tampan yang selalu
tegas, berhati dingin, pintar, memiliki kepribadian baik, meskipun tidak
ditunjukan secara langsung, ia selalu memperhatiakn setiap gerak gerik
anggotanya supaya anggota tidak melakukan kesalahan selama tugas. Kemudian ada
darma, darma yang memiliki postur wajah mungil kecil dan manis merupakan sosok
yang ceria, suka bersosialisasi, ramah, dan anak dari keluarga pebisnis
terkenal. Ia memiliki banyak teman dimana-mana, jadi memudahkan darma kalau ada
kasus yang menyulitkan.
Edwar pemuda
tampan, pintar, pendiam, dan merupakan hacker terbaik. Edwar dapat menemukan
bukti-bukti yang sulit terekam cctv kepolisian, ia selalu dijuluki lion hacker.
Selanjutnya ada Arum, perempuan satu-satunya di dalam crazy team memiliki
kemampuan bela diri yang kuat, pendengaran yang tajam, dan paling cepat dalam
mengejar penjahat. Anggota paling muda di antara crazy team, sesok pemuda yang
emosinya belum terkontrol baik, tetapi pintar, lulusan kedokteran, dan jahil,
ia adalah Jay, anggota termuda di crazy team yang menjadi kesayang anggota.
Crazy team
anggota kepolisian yang selalu berhasil dalam memecahkan masalah pembunuhan dan
kejahatan lainnya. Kepolisian Tang mempercayai mereka untuk memecahkan kasus
yang terjadi di desa Insoe, tak berbasa-basi kelima anggota crazy team bergegas
mengadakan rapat untuk memecahkan kasus pembunuhan itu, semua pentunjuk dan
bukti-bukti di pelajari lagi, siapa tau ada yang terlewatkan.
" Kapten
saya menemukan hal yang menjanggalkan disini, ujar Edwar "
" Apa yang
sudah kamu temukan "
Edwar bergegas
menunjukkan rekaman video ke semua anggota team
" Mari kita
mulai dari toko zena, siapa tau kita dapat mendapat petunjuk pentik
disana"
" Baik Kap
"
Seluruh anggota
polisi pun bergegas menuju kota zena, dimana terdapat rekaman perempuan sebelum
ia di bunuh dan di buang ke desa insoe. Selagi mencari bukti-bukti pembunuhan,
masalah pun berdatangan satu persatu, ada panggilan dari kantor bahwa ada
pemuda yang mengamuk di Gereja dan memakan beberapa korban. Pemuda tersebut memiliki
pandangan kosong dan menganggao orang-orang di depannya adalah pigur game,
setelah diselidiki ternyata ia kecanduan game
pembunahan, dimana ia menganggap orang-orang yang memperhatikannya harus
dibunuh dan tidak dapat membedakan mana dunia nyata dan dunia game.
Seluruh anggota
crazy team bergegas untuk mencegah lebih banyak korban dan berusaha keras
menghentikan aksi gila pemuda itu, setelah pertikaian yang cukup sengit,
akhrinya mereka mampu untuk menenangkan pemuda itu dan membawanya ke kantor polisi.
Korban pun segera di larihan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kembali lah para anggota ke kantor dan menyelasaikan masalah yang disebabkan
oleh pemuda yang mengamuk di gereja.
Selang beberapa
hari ada sebuah pesan masuk di kantor kepolisian, memberikan sebuah petunjuk
mengenai pembunuhan selanjutnya akan dilakukan dimana, jam berapa, dan sosok
yang akan di bunuh. Kepolisian bersiap-siap mempelajari pesan yang diberikan
oleh seseorang yang misterius, mengumpulkan beberapa petunjuk, sehingga mencegah
terjadinya pembunuhan selanjutnya.
10 janurari
tepat dimana akan ada pembunuhan selanjutnya, polisi bergegas menuju tempat
pembunuhan untuk mencegah agar tidak ada orang yang terbunuh sia-sia lagi.
Berjaga dari pagi, mengamati gerak gerik tiap orang, hingga waktu menunjukan
pukul 15.45 wib.
"
ahhhhhhhhhhh, teriak perempuan dari atas gedung "
Berlarian semua
anggota polisi ke atas, mereka melihat sosok perempuan yang sudah lemas dan
berlumuran darah, disamping perempuan itu ada pemuda memegang pisau diduga
bahwa pisau itu digunakan sebagai alat untuk membunuh, pemuda pun di bawa ke
kantor polisi dan mayat perempuan cantik itu dibawa untuk di autopsi di rumah
sakit.
Sesampainya di
kantor polisi pemuda itu langsung di introgasi oleh para detektif, tetapi
pemuda itu ketakutan dan tidak menjawab semua pertanyaan yang diberikan.
Setelah diselidiki ternyata perempuan itu ialah pacarnya, mereka di duga
berdebat hebat dan membuat pemuda kehilangan kendali dan membunuh perempuan
cantik itu. Selang beberapa jam setelah kasus pembunuhan di atap itu terjadi,
hasil autopsi pun keluat, tidak ada tanda-tanda pembunuhan yang sama seperti di
desa insoe, perempuan itu tidak memiliki tanda X di bagian telapak tangannya
dan murni pembunuhan yang dilakukan oleh pacarnya.
Crazy team pun
mulai berpikir lagi, mengkin mereka melewatkan sesuatu yang salah. Sembari
mencari- cari petunjuk. Telfon berdering terus menerus di kantor. Sosok pria
paruh baya melaporkan bahwa ia menemukan mayat di dalam koper di tengah
kebunnya, ia panik dan tidak berani mendekat. Kemudian datanglah crazy team ke
tempat kejadian, setelah di buka koper itu berisikan sosok perempuan cantik,
putih, mungil, memakai baju merah. Jeje selaku ketua team bergegas memeriksan
bagian telapak tangan si perempuan, dibawah telapak tangan si perempuan
ditemukan tanda X yang sama seperti pembunuhan di desa Insoe. Dering telfon pun
berbunyi terus menerus di handphone Jeje, kemudian ia mengangkat panggilan itu,
ternyata itu panggilan tidak di kenal.
" kalian
tidak akan bisa menemukanku, sahut pembunuh melalui telfon "
" kalian
terlalu bodoh tidak dapat menemukan pentunjuk yang sudah aku beru hahahaha
"
" sampai
jumpa tanggal 10 bulan depan, apakah kalian dapat menemukan aku "
Kemarahan jeje
dan seluruh anggota team pun mencuat karena mereka merasa dibodohi, kasus
pembunahan pun tetap terjadi.
Komentar
Posting Komentar