Langsung ke konten utama

Cerpen Syair Lagu yang Mengingatkanku Padanya

Pagi ini sangat cerah aku segerah bangun dan merapikan tempat tidurku. setelah itu aku bergegas mandi untuk mempersiapkan diri ke sekolah. waktu menunjukkan pukul 06.15, setelah  aku sudah siap untuk pergi kesekolah aku harus menunggu jemputan dari sahabatku Dilla, ya dia adalah salah satu sahabat baikku kami bersahabat sejak kami duduk di kelas 7 SMP.

“Tinnnnn....tinnnn...”

Bunyi klakson dari depan rumah, aku  pun segera keluar dari rumah dan ternyata itu Dilla

“emmmmmbz gak kurang siang berangkatnya...?” tanyaku sambil menyindir

“emang jam berapa sekarang?”

“ jam 06.30”

“ owch masih setengah tujuh .” jawabnya

Karna masuk bel sekolah pukul 06.45 dila melajukan motornya dengan kecepatan pelan,agar waktu kita sampai disekolah tepat bel masuk berbunyi. saat kami sampai diparkiran sekolah bel masuk pun berbunyi, aku dan dila segera lari dan masuk kedalam kelas, Dan untunglah kelas masih belum ada guru yang masuk.

“ Assalamualaikum....” (kataku sambil melepaskan helm )

“Waalaikumsalam....” (jawab teman-teman kompak)

“U ntunglah Dil masih belum ada guru yang masuk....”

“Alhamdullilah...”

Setelah beberapa menit kemudian Bu Nina ( guru kimia dan seorang wali kelasku) masuk, beliau hanya memberi tahukan bahwa hari ini beliau tidak bisa mengajar karena ada kepentingan diluar sekolah, dan beliau menyuruh kami untuk mengerjakan tugas yang ada di LKS.

“ anak- anak maaf ibu hari ini tidak bisa mengajar , karena ada tugas dari kepsek diluar sekolah.”

“Hore.....!!!”  Semua siswa pun senang karna hari ini  ada jam kosong.

“Tapi kerjakan tugas yang ada diLKS  dan dikumpulkan hari ini juga.

” Yaaaaaah....bu...bu.. buat PR ja bu dikumpulkan besok.” Jawab semua siswa,

 ” ya sudah...”  jawab  Bu Nina sambil tersenyum

Semua siswa pun mengerjakan tugas itu termasuk aku. karena aku terbiasa mengerjakan tugas sambil mendengarkan lagu dengan mennggunakan headset di hp ku. Aku segera memasang hetsed di hp  dan memakainya ditelingaku,  aku segera memutar lagu yang ada  pada daftar musikku.sambil mengerjakan tugas  itu aku menggoyang-goyangkan kepalaku seolah-olah aku sedang asik sendiri, dan ikut menyanyikannya dalam hati. lagu yang ku dengar yaitu  JUST THE WAY YOU ARE. Disaat  aku asik mengejarkan tugas dengan headset. Terdengar samar suara petikan gitar dari arah belakang posisi bangku tempatku duduk, namun aku tidak terlalu menanggapinya.

Saat aku mulai tau dan hafal intro gitar tersebut sontak bulu kudukku merinding dan hatiku terenyuh.Tidak tahu kenapa saat aku mendengarkan lagu itu  aku teringat pada seseorang yang sangat aku sayangi dan dia harus pergi meninggalkan ku. Saat aku mendengarkan lagu itu aku selalu membayangkan dia saat masih ada disisiku, semua apa yang pernah kita lewati bersama  dan kenangan-kenangan indah bersamanya melintas pada fikiranku. Dan aku segera melepaskan hetsed itu dari telingaku, karena aku takut kalau aku tidak bisa menahan air mata yang akan siap menetes.

Setelah aku melepaskan benda itu dari telingaku, aku mendengar suara gitar dari arah belakang ku. dan teryata itu salah seorang temanku yaitu Gesha, dia memanng sangat pandai dalam bermain gitar  dan aku sangat mengenal lagu yang dia nyanyikan. Saat nada-nada gitar yang dia mainkan mataku sudah membendung air mata dan saat dia menyanyikn lagu itu.

Waktu terasa semakin berlalu...

Tinggalkan  cerita tentang kita...

Akan tiada lagi kini tawamu...

Tuk hapuskan semua sepi di hati....

Dan  menahan air mata. Dan akhirnya air mataku pun jatuh juga dan aku segera menutup wajah ku dengan kerudung karna aku tidak mau teman-temanku tau kalau aku sedang menangis, setelah beberapa lama aku segera berlari ke kamar mandi untuk membasuh muka.

“ Dil bisa antar aku kekamar mandi?”

“ iya... Eh.. kamu kenapa kokkkkk....?” ( dila terkejut saat melihatku)

“ sudah... ayo cepet” ( aku sambil menyeretnya)

 Setelah aku cuci muka Dalam perjalanan ke kelas dila bertanya kepadaku

“Kamu kenapa sih.... kok bisa nangis?”

“ waktu gesha nyanyiin lagu peterpan tadi...  aku ingat sama kakak aku dil, dan aku juga gak bisa nahan air mataku .”

“ ya sudah kamu sabar saja, toh kakak kamu sudah tenang disana?”

Aku memang tidak bisa menahan air mata jika aku harus mendengar lagu itu dari telingaku karena syair dari lagu itu sama dengan apa yang pernah aku alami. Kecelakaan itu ya... kecelakaan itu yang membuat aku kehilanganya, itu semua memang sudah takdir dan kami harus menerimanya dengan iklas , tpi tidak denganku  aku merasa itu semua terasa berat buat. Karna aku tidak bisa lagi menjalani hari-hariku bersamanya, tiada lagi canda,tawa dan suara yang pernah aku dengar, bahkan senyum dari bibirnya pun hanya bisa aku lihat dari foto yang ada di handponeku.

Setelah beberapa lama kemudian waktu menunjukkan pukul 11.00, Teeeeeeet......Teeeeeet..... Teeeeet... pertanda bel pulang berbunyi. Akudan dila pun segera bergegas untuk pulang.

Setelah sampai rumah, 

aku mengajak dila mampir ke rumah

“Dil gak mampir dulu...?”

 “gak usah lah... aku langsung pulang saja.

“Owch.... ya sudah, makasih ya....”

 “okey.... ya sudah aku pulang dulu ya”

 “Iya... hati-hati”

 Aku segera masuk kedalam rumah, dan kelihatannya rumah sedang sepi itu berarti ayah dan ibu sedang pergi. Tanpa menganti seragam sekolah aku langsung masuk kedalam kamar, dan aku masih mengingat kejadian waktu dikelas tadi. Pikiranku masih teringat pada  kakak, dan setelah beberapa lama aku sengaja memutar kembali lagu itu dan aku menitihkan air mata saat aku sadari bahwa wallpaper dihpku itu adalah  dia.

Dan aku semakin tidak bisa menahan kesedihanku hatiku seperti teriris pisau yang sangat tajam, dan luka itu tidak akan pernah hilang sampai kapan pun. Saat aku mendengarkan lagu dan menatap foto itu aku berbisik dalam hati.

“ YA  ALLAH... mengapa engkau mengambilnya dari kehidupanku... hanya dia yang selalu ada disaat aku sedih.... hanya dia orang pertama yang menghapus air mataku disaat aku menangis dan hanya dia,  selalu dia yang menjaga dan melindungiku disaat aku rapuh, tapi kenapa engkau  harus mengambil dia dari genggamanku..... “Aku sangat menyayanginya”

Sambil menatap foto dan air semakin terus mengalir aku bicara dalam hati “ kak.... aku kangen sama kakak, aku ingin  kakak ada disini disampingku, aku kangen pelukan hangat kakak , aku kangen saat kakak memarahiku, aku kangen canda, tawa, suara dan senyummu yang kini tidak bisa lagi aku lihat dan kurasakan”.

Aku berdoa dalam hati “ YA ALLAH....  ijin kan lah untuk kali ini saja, aku inggin  dia hadir dalam mimpiku...aku ingin memeluknya, menciumnya, melihat senyuman dari bibirnya serta belaian halus dari tangannya. aku iklas walau pun itu semua hanya didalam mimpi.

Aku pun masih mendengarkan musik itu  dan menyanyikannya dan berharap mimpi itu segera datang.

Semua Tentang Kita

Waktu terasa semakin berlalu

Tinggalkan cerita tentang kita

Akan tiada lagi kini tawamu

Tuk hapuskan semua sepi dihati

 

Ada cerita tentang aku dan dia

Dan kita bersama saat dulu kala

Ada cerita tentang masa yang indah

Saat kita berduka saat kita tertawa

Teringat disaat kita tertawa bersama

Ceritakan semua tentang kita

 

Dan saa taku menyanyikan lagu itu. aku tertidur dengann nyenyak dan ALLAH menjawab doaku, aku memmimpikan kakakku  hadir dalam mimpiku. Saat itu dia memelukku dengan eratnya serta menciumku seakan kita sudah berpisah sangat lama dan tidak akan pernah bertemu membali, disitu kakak tidak berkata sepatah katapun dia hanya memeluk dan mengelus kepalaku. dia tersenyum seakan ada kata yang ingi dia katakan, lalu dia berkata “kakak minta maaf... kakak tidak bisa menjaga dan melindungikamu lagi, kamu harus bisa jaga diri kamu sendiri sekarang, dan sekarang kamu menjadi anak  harapan ayah dan ibu kamu harus bisa banggain mereka.” Dan aku hanya menganggukan kepala dan berkata ”aku sayang sama kakak.” Dan dia juga berkata “kakak, juga sayang baget sama kamu”

Dan aku tidak ingin melepaskan pelukan itu, karna aku tau saat- saat seperti ini tidak akan pernah terulang kembal. Tiba-tiba aku terbangun dari tidurku dan aku senang bisa bertemu dan merasakan pelukan hangat itu lagi, walaupun itu hanya didalam mimmpi.

Tinnnnn..Tinnnn.. suara klakson mobil didepan rumah berbunyi dan aku lihat dari jendela dan teryata itu mobil ayah. aku pun segera membasuh muka dan berganti baju,  karna aku tidak ingin ibu tau atau marah  karna aku masih memakai seragam sekolah dan  kelihatan seberti orang menangis.

“kenapa mata kamu lebam?” tanya ibu

“ emmmmmb....bangun tidur bu....”  jawabku

Dan setelah kejadian itu aku semakin suka mendengarkan lagu itu, karna lagu itu aku bisa membayangkan saat-saat kakak ada disisiku. Dan mengingat kembali kenanagan yang kita lalui besama.  Dari setiap syair lagu itulah hati dan pikiranku kembali mengenang masa-masa indah denganya, dan dari mimpi itu aku sudah mulai bisa menerima apa yang pernah terjadi dulu dan aku tidak boleh menyesalinya. Karena kakak sudah bahagia disana dan dia juga ingin melihatku bahagia disini, bukan terus larut dalam kesedihan, kata-kata dalam mimpi itu  selalu aku ingat sampai kapan pun.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen : Siapa Kamu ?

  Siapa kamu      Pagi yang sangat berembun karena semalaman turun hujan deras, setelah cuaca agak terang segerombolan ibu-ibu dan bapak-bapak bersiap untuk memulai aktivitas mereka. Pekerjaan sebagian besar orang di desa Insoe merupakan petani. Pagi itu tidak sengaja para ibu-ibu dan bapak-bapak menemukan sebuah koper besar berwarna hitam pekat, mereka bertanya-tanya milik siapa itu, kenapa koper sebagus itu di buang di ladang pertanian. Semakin penasaran dengan isi koper itu para petani pun mulai membukanya.      Terceganglah mereka bahwa isi dari koper hitam itu merupakan sesosok mayat wanita. Panik melanda seluruh petani, desapun menjadi geger dibuatnya. Kepala desa langsung memanggil petugas kepolisian, agar mereka bisa mengidentifikasi mayat tersebut. Petani dan warga setempat tidak berani mendekat, setelah polisi datang barulah seorang mayat perempuan itu dikeluarkan dari koper. Sungguh malang nasib perempuan tersebut, tubuhnya dipenuhi deng...

CERPEN PANGGILAN PADA HARI HUJAN

  CERPEN  PANGGILAN PADA HARI HUJAN Ho Ngoc Hieu Yuni diam-diam bergulir kursi roda ke jendela. Gerimis dari sore kemarin ke pagi hari ini masih belum berhenti. Dia duduk di sana dengan diam, tidak ingin melihat ke luar jendela bahkan sekali pun. Meskipun bunga-bunga, tanaman riang, pohon dan rumput, vitalitas subur di bawah hujan tipis tembus ... *** Itu sudah setengah tahun dari hari kecelakaan mengerikan terjadi. Dalam perjalanan dari sekolah pulang rumah, Yuni tertabrak dengan bus, kakinya dihancurkan hingga harus mengamputasi. Semua mimpi, ambisi dari seorang gadis berusia lima belas tahun dihancurkan oleh kecelakaan tragis itu. Dari seorang gadis manis, ramah, sering menyenangkan dan percakapan dengan semua orang di kelilingnya. Sejak waktu itu, Yuni tidak mau lagi berbicara, pertemuan atau hubungi dengan orang yang lain, kecuali orangtuanya. Yuni berpikiran bahwa hidupnya begitu berhenti, semua hal yang baik dalam kehidupan akan tidak pernah datang sama dia lagi ....

Topeng Monyet

  Topeng Monyet Oleh: Kholilatuz Zuhria “Dung dung, drrung dung dung!” “Dung dung, drrung dung dung!”   Inilah gending yang paling akrab di telingaku. Bukan akrab seperti kalian dengan teman-teman kalian. Tapi aku terpaksa mengakrabinya karena gending inilah gending yang paling lama kudengar. Selama yang dapat aku ingat, hampir tiap hari aku mendengar gending itu. Tak tanggung-tanggung mungkin lebih lama dari waktu manusia bekerja atau menuntut ilmu tiap hari. Entahlah, aku ini apes atau beruntung. Yang jelas, aku dibeli Tuanku di pasar hewan di dekat Alun-alun Tugu saat aku belum genap 1 tahun. Sejak saat itu, aku mengabdi padanya. Selebihnya, aku tidak bisa mengingat. Dari mana aku, kemana orang tuaku, aku tidak ingat lagi. *** “Aya, Kopral! Salto ke belakang!” Teriakan Tuanku sontak mengagetkanku yang asyik mengunyah butir-butir kacang pemberian penonton. Aku pun salto berkali-kali di hadapan puluhan anak kecil. Mereka tepuk tangan nampak gemas melihatku, bebe...