Ton Thi Thuy Trang
Di suatu hutan, ada seekor monyet kecil yang hidup sangat bahagia
bersama keluarga dan teman-temannya. Setiap hari, si monyet kecil dan
teman-temannya bermain dan memetik buah yang segar di pohon bersama untuk
dinikmati.
Di hutan yang damai ini, buah-buahan matang sarat dengan cabang, ada
banyak sungai kecil yang bening dan manis. Hewan - hewan hidup bersama. Suatu
hari, seperti hari-hari lainnya, si monyet dan teman-temannya jalan-jalan di
hutan. Setelah memetik buah-buahan manis yang tak bisa terhitung jumlahnya,
mereka berkumpul di sebuah batu besar di sebelah sungai kecil, lalu makan dan
mengobrol bersama:
“Tahukah kalian apa itu kebahagiaan?” kata salah satu monyet yang
kelihatan terbesar dari kelompok itu.
Seluruh kawanan monyet terdiam, lalu menatap monyet yang baru saja
berbicara, lalu saling berbisik apa itu kebahagiaan.
- Itulah menemukan banyak buah! - kata suatu monyet
- Bukan dong! Itulah bisa berkeliaran seharian tanpa dimarahi! - kata
monyet lain. Kemudian mereka semua tertawa bersama.
Monyet yang tampak seperti yang terbesar itu, memandangi kawanan monyet,
dan kemudian dengan nada seorang pria yang berpengalaman berkata:
- Salah, Salah! Kebahagiaan adalah makan sereal berwarna-warni paling
lezat di dunia yang tidak tersedia di sini!
Mereka semua menatapnya dalam diam, lalu berteriak lagi, di mana hal
itu? Bagaimana rasanya? Bagaimana mu tahu? Ditanyakan semua pertanyaan yang
sulit, monyet itu menggaruk kepalanya dan dengan malu-malu berkata:
- Saya tidak tahu, saya baru saja mendengar ini dari burung pipit!
Kawanan monyet kerumunan tertawa. Kemudian si monyet kecil berkata:
- Seharusnya tidak ada benih berwarna-warni seperti itu di dunia, hutan
kita sangat luas, gimana tidak ada! Di sini sudah ada kebahagiaan!
Seekor elang besar yang bertengger di dahan yang tinggi, di sebelah
sungai kecil itu, mendengar cerita kawanan monyet, ia tertawa dan berkata:
- Di luar hutan ini, ada banyak buah lezat dan manis yang tidak tersedia
di hutan ini, ada banyak hal baru yang belum pernah mu ketahui.
Kawanan monyet itu memandang ke dahan yang tinggi. Mata mereka lebar
seolah bertanya bagaimana kau tahu.
Melihat ekspresi penasaran bercampur sedikit rasa tidak percaya, elang
itu terus berkata:
- Saya terbang dari gunung ini ke gunung lain, dari danau luas yang
penuh dengan ikan sampai laut yang luas dengan pantai pasir putih yang panjang,
saya telah melihat semuanya. Ada begitu banyak hal keren dan baru di luar sana.
Hanya ketika menaklukkan dan melihat semua hal ini adalah kebahagiaan sejati!
Selesai berbicara, elang mengepakkan sayapnya dan terbang. Meninggalkan
rasa penasaran kawanan monyet kecil itu.
Si monyet kecil setelah hari itu, dia terus - menurus memikirkan apa
yang dikatakan elang, tidak lagi tertarik berjalan di hutan seperti sebelumnya.
Hari demi hari, lambat laun ia merasa hidupnya membosankan dan tidak lagi
semenyenangkan dan sebahagia dulu, karena ia penasaran dengan hal - hal yang
dikatakan elang. Si monyet kecil bertanya diri apakah kebahagiaan benar-benar
dapat ditemukan di tempat yang dikatakan elang? Dan ia juga merindukan
kebahagiaan yang dikatakan elang.
Suatu hari, si monyet kecil memutuskan berangkat keluar dari hutan untuk
mecari kebagiaan yang dikatakan elang. Dia pergi ke arah tepi hutan, di jalan
dia bertemu kelinci sedang pulang ke gua, terlihatnya sangat bahagia dan
bersemangat. Melihat hal itu, si monyet kecil bertanya kepada kelinci:
- Bisakah kamu menunjukkan padaku di mana menemukan kebahagiaan?
- Di tepi sungai kecil yang berada di tepi hutan, disana berumput segar
- jawaban kelinci.
Menurut kata-kata kelinci, si monyet kecil menemukan sungai kecil di
tepi hutan, di tempat ada bunga dan rumput liar yang hijau dan subur. Ini bukan
kebahagiaan yang saya butuhkan, pikiran si monyet kecil. SKemudian, ia
mengikuti arus menuju sungai besar. Tiba-tiba seekor udang muncul dari air,
mengejutkan si monyet kecil, lalu ia duduk dan memandangi udang itu. Si monyet
kecil bertanya pada udang:
- Saya sedang mencari kebahagiaan, apakah Anda menunjukkan di mana
kebahagiaan?
Udang melihat si monyet dan menjawab:
- Kebahagiaan ada di ujung sungai mengalir ke laut.
Mendengarkan udang, si monyet pergi ke mulut laut, di mana sungai
mengalir kepada laut. Pasir putih membentang muncul di depan matanya, gambar
yang ia pernah dengarkan. Si monyet kecil berjalan di sepanjang pasir putih,
begitu besar dan panas, pikirannya. Tapi ini bukan kebahagiaan yang aku
inginkan. Tiba-tiba, si monyet kecil bertemu kura-kura yang merangkak menuju
pasir, si monyet berhenti dan bertanya:
- Saya sedang dalam perjalanan untuk menemukan kebahagiaan, dimanakah
saya bisa dapatkan kebahagiaan itu?
- Di laut yang jauh, tempat yang ada terumbu karang berwarna - warni
yang indah. - jawaban kura-kura.
Si monyet kecil memandang ke laut, melihat kebahagiaan di kejauhan yang
dikatakan kura-kura, ia kecewa, lalu ia duduk di bawah pohon kelapa di tepi
laut. Saat itu, ia bertemu gerombolan ikan salmon yang sedang menuju muara
sungai. Seekor salmon, berhenti, melihat si monyet kecil dan bertanya:
- Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa terlihatmu sedih?
Si monyet kecil menjawab:
- Saya dari hutan di sana, ke sini untuk menemukan kebahagiaan, tapi
belum menemukan kebahagiaan yang saya inginkan. Sekarang saya tidak tahu lagi
ke mana mencari kebahagiaan!
Salmon memandang si monyet, kemudian bertanya kepada si monyet maukah
melihat kebahagiaanku? Mungkin itu yang anda cari. Si monyet kecil mengikuti
salmon dari laut ke hulu hingga ke sungai kembali ke sungai kecil di tepi
hutan. Gerombolan salmon menuju ke hulu. Sebelum menyeberangi air terjun, si
ikan salmon itu berhenti dan berkata kepada si monyet kecil:
- Kebahagiaan saya adalah kembali ke tempat di hulu sungai itu, tempat
saya dilahirkan!
Mengatakan itu, salmon berharap si monyet juga menemukan kebahagiaannya
sendiri, kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada si monyet dan melompati
air terjun. Pada saat itu, si monyet kecil menyadari bahwa dia telah kembali ke
hutan yang sudah dikenalnya. Si monyet kecil bergegas pulang dan menukik ke
pangkuan ibunya, dia terisak. Ibunya bertanya:
- Apakah Anda menemukan kebahagiaan belum?
- Saya telah menemukannya, kebahagiaan luar biasa yang tidak akan
siapapun dapat temukan! – Si monyet menjawab dengan tersenyum bahagia.
Komentar
Posting Komentar